Pages

Cari Disini

Kebesaran hati seorang ibu terhadap anak Yang Durhaka Padanya.

Di suatu desa yang terpencil hiduplah Keluarga sederhana , keluarga ini hanya dikaruniai seorang anak laki-laki. Kehidupan keluarga ini sangat bahagia walaupun kehidupan mereka hanya di topang dari hasil bertani dan berjualan.Sang ayah bekerja mengurusi sawah orang lain dan ibu berjualan kerupuk.


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kehidupan mereka masih sederhana. Suatu Ketika sang ayah jatuh sakit karena terlalu serius untuk mencari nafkah sehingga dia tidak memikirkan kesehatannya, karena kehidupan mereka yang sangat sederhana sang ayah tidak menghiraukan penyakitnya.


Dalam keadaan sakit ayah masih tetap bekerja untuk menghidupi anak dan isterinya , namanya penyakit kalau tidak diobati tentu tidak akan sembuh hingga sang ayah pun jatuh lemas di persawahan. Kabar ini pun sampai kepada ibu hingga membuat hati si ibu menjadi sedih melihat suaminya terkulai lemah di Tempat tidur.

Melihat Kondisi ayah yang hanya bisa terbaring saja, ibu memutuskan untuk mengganti peran ayah dalam mencari nafkah. Dengan hanya berjualan Kerupuk ibu menjalani dengan tabah dan ikhlas.


Penyakit ayah pun bertambah parah hingga merenggut nyawanya, kesedihan pun meliputi keluarga ini . Kini ibulah yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membesarkan anak semata wayang mereka.


Cobaan silih berganti mendera ibu, hingga suatu ketika pada waktu berjualan kerupuk bersama dengan anaknya mobil datang dari arah yang berlawanan mengarah ke mereka hingga membuat si anak Tertabrak mobil tersebut.

Nasib baik buat ibu karena dia luput dari kecelakaan itu, dan si pengendara mobil mau bertanggung jawab .


Si anak akhirnya di bawa kerumah sakit, hasil pemeriksaan pun diketahui dan dokter yang menangani anak tersebut memberitahukan bahwa mata sebelah kiri si anak mengalami kebutaan. Ibu mana yang tidak sedih melihat kondisi anaknya yang masih memiliki masa depan yang panjang menjalaninya hanya dengan satu mata saja. Akhirnya dengan bantuan Si pengendara yang menabrak si anak ibu menjalani operasi mata untuk diberikan kepada anaknya.


Empat Tahun sudah berselang setelah kejadian tersebut, kini ibu menjalani hidupnya hanya dengan satu mata. Kehidupan mereka masih bergantung dari Jualan Kerupuk karena ayah sudah tiada. Si anak Sekarang sudah Duduk Dibangku Kelas 3 SMA.

Suatu Ketika Ibu datang ke sekolah si anak untuk mengambil Rapor Hasil Belajarnya, karena mengetahui kondisi ibunya yang hanya bermata satu membuat anak merasa malu kepada teman2nya. Akhirnya anak meminta bantuan kepada tetangganya, namun hal itu diketahui ibu hingga ibu memutuskan untuk mengambil sendiri rapor anaknya.


Hari pembagian rapor pun tiba, ibu datang ke sekolah anak dengan mengenakan Jilbab yang di fungsikan ibu juga untuk menutupi sebagian wajahnya agar matanya yang hanya tinggal satu tidak terlihat. Namun anak mengetahui bahwa yang datang mengambil rapornya adalah ibunya sendiri, mengetahui hal itu si anak pun marah kepada ibunya sambil membentak bentak dan mengeluarkan kata kata kotor kepada ibunya sendiri. Sungguh keji perbuatan si anak.

Akhirnya si anak mengambil sendiri Rapornya dengan alasan ibunya tidak dapat hadir karena sakit, setelah kejadian itu ibu pun berlari pulang sambil menangis di perjalanan. Sesampai dirumah si anak bukannya berbuat baik kepada ibu tetapi memarahi dan memakinya.


Dua hari berturut-turut ibu menangis merenungi nasibnya, walaupun kelakuan anaknya demikian ibu tetap sayang kepada anaknya . Suatu Ketika karena terlalu lama menangis membuat kondisi ibu pun semakin menurun hingga membuatnya tertidur lemah ditempat tidur. Bukannya merawat ibu yang kondisinya lemah si anak malah memilih ngumpul bersama temannya di Pos Siskamling Desa mereka.

Kondisi ibu kian hari kian menurun hingga membuat dirinya sekarat, karena si anak tidak ada disampingnya, ibu menuliskan sesuatu di Kertas yang bertuliskan


“Anakku Akurasa hidupku cukup sudah kini…
Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu
Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan… Beberapa kali engkau memarahiku…dan menghinaku namun aku tidak marah. “


Akhirnya si anak pulang kerumah dan mendapati si ibu sudah terbujur kaku. Dengan menyesal dan perasaan berdosa dia menangis di sebelah ibunya yang sudah terbujur kaku dan tak bernyawa lagi. Aku sudah menyia nyiakan sosok yang begitu menyayangiku, begitu mencintaiku selama ini, mulai dari dalam kandungan hingga sekarang ini. Kenapa aku ini, pantaskah aku di anggap manusia. Ibu Maaffkan Aku.


Pesan Yang Bisa Di Petik dari cerita ini sungguh memiliki sebuah arti yang sangat mendalam dan dikirim untuk mengingatkan kita bahwa kebaikan yang telah mereka nikmati selama ini adalah berkat seseorang, entah secara langsung maupun tidak langsung.
Renungkan sesaat dan Berterima kasihlah akan apa yang kamu miliki saat ini dibandingkan dengan jutaan orang yang tidak memiliki kehidupan seperti yang engkau peroleh saat ini

Kunjungi Juga : http://www.shemora.co.cc