Pages

Cari Disini

SBY persilahkan KPK panggil Budiyono - Sri Mulyani

Jakarta.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Pemeriksaan tersebut terkait kemungkinan keterlibatan keduanya dalam skandal Rp 6,7 triliun Bank Century.
“Kalau memang ada masalah hukum, silahkan,” kata politisi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul mengutip pernyataan presiden usai pertemuan 140 anggota Fraksi PD di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (1/3) malam.

Seperti Dikutip SheMora Dari Sinar Indonesia Baru
Menurut SBY, tugas Pansus Angket Century sebatas penyelidikan perkara. Sementara untuk penyidikan merupakan wilayah hukum seperti kepolisian, kejaksaan maupun KPK.
“Beliau mengingatkan, tugas pansus adalah penyelidikan. Sedangkan penyidikan masuk wilayah hukum,” imbuhnya.
Sebelumnya juru bicara KPK Johan Budi menyatakan kemungkinan keduanya akan dipanggil KPK. KPK juga akan melakukan gelar perkara kasus Bank Century yang masih dalam tahap penyelidikan. Gelar perkara dilakukan pekan ini sebagai bukti keseriusan KPK menangani perkara ini.
PRESIDEN MENDADAK PANGGIL BOEDIONO
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara mendadak memanggil Wakil Presiden Boediono untuk menghadiri rapat koordinasi membahas situasi terkini terkait Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berakhir ricuh.
Wapres Boediono tiba di Wisma Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa sekitar pukul 15.00 WIB.
Rapat koordinasi dilakukan secara tertutup sehingga wartawan tidak bisa mendekati Wisma Negara.
Sebelumnya, Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden Yudhoyono menggelar rapat koordinasi mendadak pada pukul 14.00 WIB untuk membahas situasi terkini terkait Sidang Paripurna DPR membahas hasil panitia khusus hak angket kasus Bank Century.
Menurut Julian, rapat itu dihadiri oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, serta Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Sidang paripurna DPR mendadak ricuh saat Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang setelah memutuskan sidang tersebut beragenda tunggal membahas hasil panitia khusus hak angket kasus Century.
Beberapa anggota DPR memprotes keputusan tersebut dan memaksa pengambilan keputusan kasus Century dilaksanakan hari Selasa juga.
Namun, ketua sidang tetap pada keputusannya mengikuti hasil Bamus bahwa pembahasan pansus hak angket kasus Century dijadwalkan sampai dua hari pada 3 Maret 2010.
Akhirnya, setiap fraksi mengadakan rapat menindaklanjuti kondisi terakhir sidang paripurna tersebut.
Selain ricuh di dalam ruang sidang, unjuk rasa di luar Gedung MPR/DPR/DPD juga berujung pada aksi anarkis.
WAPRES YAKIN AKAN DUKUNGAN PRESIDEN
Wakil Presiden Boediono menyatakan keyakinan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung dirinya dalam menghadapi kasus Bank Century.
“Dari awal kasus Century mencuat, Wapres yakin 100 persen bahwa Presiden Yudhoyono mendukung dirinya,” kata Juru bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Selasa.
Menurut dia, semenjak menjadi pasangan Presiden dan Wapres, Yudhoyono dan Boediono selalu terus melakukan koordinasi dan saling memberikan dukungan.
“Pak Presiden selalu mendukung dan percaya kepada Pak Wapres. Demikian juga sebaliknya,” kata Yopie.
Menanggapi sidang paripurna Pansus Bank Century di Gedung MPR/DPR, dikatakannya, wapres tidak merasa terganggu dan menganggap sebagai hal yang biasa saja.
“Wapres menanggapi biasa-biasa saja. Beliau juga tidak stres dan tetap tidur nyenyak selama ini,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya pemakzulan terhadap Boediono sebagai wapres, Yopie secara diplomatis hendaknya meminta jangan berandai-andai dulu.
“Proses politik sedang berlangsung dan sebaiknya jangan berandai-andai dahulu,” tambahnya.
Dikatakannya pula bahwa Wapres Boediono bukanlah seorang politisi tapi seorang teknokrat yang sudah menyandang gelar profesor.
“Beliau bukan seorang politisi dan tidak melakukan kegiatan politik karena beliau teknokrat,” kata Yopie.
Ditanya apakah Wapres Boediono menyaksikan siaran langsung di televisi mengenai sidang paripurna, dia mengatakan bahwa wapres tidak ada waktu untuk menonton karena masih banyak tugas yang harus dikerjakan.
Kasus Century, Mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil Diperiksa KPK
Setelah sempat mangkir, mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sofyan akan dimintai keterangan terkait kasus skandal Bank Century.
Sofyan tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/3) pukul 09.05 WIB.
Sofyan tidak memberikan komentar apa pun. Dia bergegas masuk ke dalam ruangan.
Sofyan pernah absen diperiksa pada Rabu 24 Februari 2010. Sofyan diperiksa terkait penempatan dana BUMN di Bank Century. Ada 3 BUMN yang menempatkan dananya di Bank Century pada saat Sofyan menjabat sebagai menteri.