Mojokerto - Penemu arca Dewa Syiwa, berharap BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Jawa Timur tidak arogan. Sebab setelah membawa pulang arca ke rumahnya, Sulimin dan kakanya, Ahmad Budiono, didatangi 4 pegawai BP3 dan 5 anggota Polsek Trowulan, Mojokerto.
Seperti dikutip SheMora dari detik-surabaya "Saya ini bukan pencuri. Sudah dua kali saya dapat penghargaan dari pemerintah karena menemukan dan menyelamatkan benda purbakala," kata Sulimin, kepada detiksurabaya.com didampingi adiknya, Ahmad Budiono, di rumahnya, Kamis (29/4/2010).
Menurut Sulimin, dirinya menemukan arca itu, Sabtu (24/4/2010). Saat itu juga, dia melapor ke petugas BP3. Namun karena hari libur, BP3 tidak menanggapi. Khawatir hilang, Sulimin lalu membawa pulang arca itu dari pekarangan milik adiknya.
Namun pada hari Senin (26/4/2010), Sulimin dan Ahmad Budiono didatangi sejumlah pegawai BP3 dan anggota Polsek Trowulan. "Sekitar ada 9 atau 10 orang ke rumah saya bawa mobil. Para tetangga mengira kami pencuri arca," kata Ahmad Budiono.
Jika pihak BP3 mau kooperatif dan tidak arogan, dirinya akan segera memberikan arca itu. "Memang harus dibicarakan hal-hal yang terkait dengan masalah penyerahan itu. Kami kecewa diperlakukan BP3 seperti itu," kata Sulimin.
Jika cara-cara intimidasi yang digunakan BP3, Sulimin tidak percaya jika masyarakat akan menyerahkan temuan benda purbakala ke BP3. "Menemukan dan melindungi malah dianggap pencuri. Masyarakat kan kecewa," kata Sulimin dengan nada meninggi.
Pelaksana Tugas Kepala BP3 Jawa Timur di Trowulan, Aris Sofiyani, menyatakan masih akan mempelajari arca temuan Sulimin itu. "Pihak BP3 belum melihat benda itu. Orang yang menyimpan belum mengizinkan kami melihat," kata Aris, lewat pesan singkat yang dikirim ke wartawan.