Pages

Cari Disini

.Menkominfo Selalu Tunggu Mudik

Muhammad Nuh
(Joentax news)

JOENTAX NEWS, Surabaya – Bagi sebagian warga, Lebaran identik dengan mudik atau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar. Tak terkecuali Menkominfo Muhammad Nuh yang mengaku selalu menunggu saat-saat seperti itu untuk mudik ke Surabaya.

"Saya juga akan mudik ke Surabaya. Tapi saya akan open house di Jakarta terlebih dulu setelah Shalat Idul Fitri," ucapnya, di Surabaya, Senin (14/9) malam.

Petang harinya, tutur mantan Rektor ITS itu, dia akan langsung terbang ke kampung halamannya di kawasan Rungkut, Surabaya. Di Kota Pahlawa itu, dia mengaku akan tinggal selama 1-2 hari. "Malam harinya menjelang jadwal masuk kantor, saya baru kembali ke Jakarta," jelasnya.

Lantas, apa yang akan dilakukan alumnus Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis itu dengan mudik di Surabaya selama 1-2 hari? "Mudik itu selalu saya tunggu-tunggu. Saya menunggu untuk berkumpul dengan saudara, lalu makan bersama. Sama seperti saat-saat dulu waktu kecil," ujarnya, mengenang masa-masa itu.

Baginya, kumpul bersama keluarga di saat mudik merupakan suatu kebutuhan. Di antaranya, untuk melunasi kerinduan akan nilai-nilai primodialisme (kedaerahan) yang melekat pada diri setiap orang, setelah didera rutinitas pekerjaan.

"Primodialisme itu tidak selalu negatif. Karena primodialisme yang benar akan dapat menjaga soliditas kekeluargaan yang ada," ujar mantan Direktur Politeknik Elektronika ITS itu.

Hal itu, katanya, selalu terlihat saat lebaran lewat tradisi mudik, apalagi bila seseorang lama berada di rantau orang. "Kita yang lama terpisah dari kampung halaman, kita yang selalu disibukkan dengan segala aktivitas, tentu perlu sekali saat-saat untuk mengembalikan kenangan kita akan masa lalu," ujarnya.